E-Silaturahim FPEB : Menjaga Iman, Imun, & Aman di Masa Covid-19

E-Silaturahim FPEB : Menjaga Iman, Imun, & Aman di Masa Covid-19

Idul Fitri 1441H terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena pandemi Virus Corona COVID-19. Meski pandemi, bukan berarti menghalangi silaturahmi. Hari Kamis, 4 Juni 2020 telah dilaksanakan silaturahmi keluarga besar FPEB bertajuk “E-Silaturahim FPEB : Menjaga Iman, Imun, & Aman di Masa Covid-19” dengan penceramah KH. Abdullah Gymnastiar. Kegiatan e-silaturahim dimulai pada pukul 08.30 WIB, dengan memutarkan video ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dari Program Studi yang ada di lingkungan FPEB. Tepat pada pukul 09.00 acara dibuka oleh MC Dr. Amir Machmud, M.Si dengan mengantarkan pemutaran video bumper e-silaturahim, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abdullah Sya’ddad (mahasiswa IEKI – Juara MHQ Nasional 2018). Ayat suci yang dibacakan adalah Surat An-Nissa ayat 36-38 mengenai Silaturahim. Kemudian acara dilanjutkan dengan Sambutan dari Prof. Agus Rahayu, MP (Dekan FPEB), beliau menyampikan rasa syukur yang mendalam karena masih diberikan kebahagiaan untuk bersilaturahim meskipun dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Universitas yang diwakili oleh Dr. Edi Suryadi, M.Si (Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Administrasi Umum dan dilanjutkan dengan pemutaran video aktivitas FPEB selama masa pandemik.

Pada pukul 09.00 WIB kegiatan inti dari silaturahim dimulai, yaitu tausyiah dari KH. Abdullah Gymnastiar atau akrab disebut AA Gym. Sesuai dengan tema E-Silaturahim AA Gym menyampaikan tips dan trik bagaimana menjaga keimanan dan imun serta keamanan pada saat Covid-19. AA Gym menjelaskan yang paling mengkhawatirkan dari covid-19 adalah kita salah menyikapinya. Sabda Rasulullah “Setiap wabah itu azab bagi yang dikehendaki Allah, dan Rahmat bagi orang yang beriman”. Merujuk kepada surat Al-Ashr bahwa wabah ini membuat orang rugi kecuali 1) kalau kita punya imam, 2) kalau wabah menambah amal sholeh, 3) menambah tawāṣau bil-ḥaqqi , dan 4) tawāṣau biṣ-ṣabr.

Yang paling berat menghadapi wabah ini adalah yang kurang iman, karena jika imannya sudah kuat kepada Allah maka akan yakin bahwa covid-19 itu adalah ciptaan Allah, milik Allah, senantiasa bertasbih kepada Allah, tidak bisa memberikan bahaya kepada siapapun kecuali yang dikehendaki Allah, tidak bisa mematikan kecuali kepada orang yang ditetapkan oleh Allah pada waktu yang ditetapkan oleh Allah.