WhatsApp

Himapena Prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran FPEB UPI Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Pangauban

Author

Pendidikan Manajemen Perkantoran

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) 2026 selama empat hari, terhitung Rabu, 29 Juli hingga Sabtu, 01 Agustus 2026, bertempat di Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. 

 

Kegiatan yang diikuti 124 mahasiswa sebagai panitia pelaksana ini mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola Administrasi Perkantoran dalam Meningkatkan Efektivitas dan Profesionalisme Layanan Publik”, dengan sasaran aparatur desa, staf administrasi, ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), serta perangkat desa lainnya.

 

Kegiatan ini digagas untuk membantu Desa Pangauban mengimplementasikan sistem arsip digital yang sederhana dan aplikatif, meningkatkan pemahaman aparatur desa akan pentingnya kearsipan yang tertib, melatih aparatur desa dalam penggunaan sistem kearsipan berbasis digital, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengelolaan arsip yang lebih efektif. 

 

Program ini juga menjawab sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan, di antaranya masih terbatasnya pengetahuan warga terkait digitalisasi dan administrasi khususnya di wilayah Dusun 3 dan 4 yang minim pendampingan rendahnya tingkat kelanjutan pendidikan ke jenjang S1, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi desa wisata yang sempat aktif pada 2017 – 2018.

 

Rangkaian P2M dibuka dengan keberangkatan panitia dari Kampus UPI menuju Desa Pangauban pada Rabu, 29 Juli 2026. Setibanya di desa, panitia langsung check-in di posko, membereskan logistik, dan menggelar briefing malam untuk memaparkan rundown lengkap kegiatan sekaligus menyiapkan skenario cadangan apabila cuaca tidak mendukung.

 

Memasuki hari kedua, Kamis (30/7), P2M resmi dibuka di Balai Desa dengan dihadiri dosen pembimbing, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Pembukaan ini dilanjutkan dengan seminar administrasi dan pelatihan tata kelola surat, arsip, serta administrasi desa bagi aparatur setempat. Pada waktu yang hampir bersamaan, tim lain menggelar sosialisasi anti-bullying di SMP Desa berupa pemberian materi, diskusi, games edukasi, hingga penandatanganan komitmen anti-bullying oleh para siswa. Sore harinya, panitia membuat papan edukasi desa di sepanjang jalan raya desa, sembari sebagian panitia lain mengajar mengaji bersama anak-anak desa di masjid.

 

Hari ketiga, Jumat (31/7), diisi dengan kegiatan mengajar di SD desa sekaligus kegiatan ecoprint, serta kerja bakti dan penanaman pohon tabebuya bersama warga di lingkungan desa. Selepas ISHOMA, panitia melanjutkan program mengaji bersama anak-anak desa, membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan, dan menutup hari dengan nonton bareng film edukatif menggunakan layar tancap di lapangan desa bersama seluruh warga.

 

Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, ditandai dengan Bazar UMKM yang menampilkan pameran dan penjualan produk warga sekaligus edukasi penggunaan sistem pembayaran digital QRIS bagi pelaku usaha yang belum menerapkannya. Rangkaian hari terakhir ini juga diisi dengan senam bersama warga, serta lomba anak-anak desa mulai dari babak penyisihan hingga final, yang ditutup dengan pengumuman pemenang dan upacara penutupan resmi P2M 2026 berupa sambutan, pemberian kenang-kenangan kepada desa, dan sesi foto bersama.

“Kami ingin aparatur desa tidak hanya paham secara teori mengenai pengarsipan, tetapi benar-benar bisa mempraktikkan sistem yang sederhana namun tertib, sehingga pelayanan kepada warga menjadi lebih cepat dan rapi.” Ujar Meylinda Mauladini, Ketua Pelaksana P2M 2026

 

Melalui rangkaian kegiatan P2M 2026 ini, HIMAPENA UPI berharap Desa Pangauban dapat terus mengembangkan tata kelola administrasi yang lebih tertib dan profesional, serta memanfaatkan sistem digital yang telah diperkenalkan secara berkelanjutan. Kehadiran papan edukasi desa dan sistem pembayaran QRIS diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi pelayanan publik maupun perekonomian warga.

 

Sebagai tindak lanjut, panitia berencana melakukan monitoring dan pendampingan lanjutan bersama aparatur desa untuk memastikan sistem kearsipan digital dan QRIS yang telah diperkenalkan dapat terus berjalan secara mandiri, sekaligus menjajaki kemungkinan kerja sama serupa pada program pengabdian masyarakat di tahun-tahun berikutnya.