Seminar Internasional “Innovation and Sustainability Islamic Financing in the Global Era: Lesson from PNM Syariah Indonesia” Prodi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam FPEB UPI
Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam (IEKI), Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesiamenyelenggarakan seminar internasional bertajuk“Innovation and Sustainability Islamic Financing in the Global Era: Lesson from PNM Syariah Indonesia” pada Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini menjadi forum akademik strategis dalam membahas penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika global.
Seminar diawali sambutan Dekan FPEB UPI, Prof. Dr. Hj. Ratih Hurriyati, M.P dilanjutkan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FPEB UPI dan INCEIF University sebagai bentuk penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan ekonomi syariah. Selain itu, dilakukan pula penyerahan mock up dari PNM Syariah Indonesia kepada UPI sebagai simbol kolaborasi institusional dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.
Kegiatan seminar menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi yang membahas isu-isu strategis terkait keuangan syariah global. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Mansor H. Ibrahim dari INCEIF University dengan tema “Rekonstruksi Pembiayaan Syariah: Kerangka Teoritis untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Inklusif.” Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa keuangan syariah memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penguatan inklusi keuangan, distribusi kesejahteraan, tanggung jawab sosial, serta integrasi antara keuangan komersial dan sosial syariah. Selain itu, transformasi digital dan pendekatan berbasis keberlanjutan (ESG Synergies) menjadi arah baru dalam pengembangan sistem keuangan syariah global.
Materi kedua disampaikan oleh Kepala Unit Usaha Syariah PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Tunas Haryanto, dengan topik “Model Inovasi Pembiayaan Syariah: Studi pada PNM Syariah Indonesia.” Pemaparan tersebut menyoroti perkembangan industri keuangan syariah Indonesia yang terus mengalami pertumbuhan signifikan, khususnya melalui digitalisasi, penguatan inklusi keuangan, serta pengembangan pembiayaan berbasis keberlanjutan. PNM juga menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan usaha ultra mikro dan mikro melalui penyediaan modal finansial, modal sosial, dan modal intelektual bagi masyarakat prasejahtera.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa pengembangan ekonomi syariah di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah, keterbatasan inovasi produk, minimnya sumber daya manusia yang kompeten, serta perlunya penguatan regulasi dan infrastruktur industri halal. Meski demikian, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah global melalui penguatan sektor halal, digitalisasi layanan keuangan, serta integrasi nilai-nilai maqashid syariah dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Materi ketiga dipresentasikan oleh Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam UPI, Dr. Aas Nurasyiah, M.Si., dengan tema “Strengthening Islamic Financial Inclusion to Enhance Microenterprise Sustainability: Evidence from Women Entrepreneurs in Indonesia.” Penelitian tersebut menyoroti pentingnya literasi keuangan syariah, dukungan pemerintah, dan inklusi keuangan syariah dalam meningkatkan keberlanjutan usaha mikro perempuan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan syariah berperan sebagai mekanisme penting dalam memperkuat dampak literasi keuangan dan dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan usaha mikro perempuan.
Melalui seminar internasional ini, FPEB UPI berharap tercipta ruang kolaborasi akademik dan praktis yang mampu mendorong pengembangan sistem keuangan syariah yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional maupun global melalui penelitian, pengabdian, dan kemitraan strategis lintas institusi.
Sesi seminar kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh moderator, Mumuh Muhammad, S.E., M.A. Dalam sesi tersebut, peserta yang berasal dari kalangan akademisi, mahasiswa, peneliti, dan praktisi menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan dan peluang pengembangan ekonomi syariah di era global. Diskusi berfokus pada penguatan literasi keuangan syariah, strategi pengembangan pembiayaan mikro berbasis syariah, digitalisasi layanan keuangan, serta implementasi prinsip keberlanjutan dalam industri keuangan syariah.
Para narasumber menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, lembaga keuangan, pemerintah, dan sektor industri dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang adaptif dan berdaya saing. Selain itu, penguatan riset akademik dan inovasi pembiayaan dinilai menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, termasuk isu ketimpangan sosial, transformasi digital, dan keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan seminar internasional ini juga menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring kerja sama akademik dan profesional di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Kolaborasi antara FPEB UPI, INCEIF University, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) diharapkan mampu menghasilkan berbagai program strategis, baik dalam bentuk penelitian bersama, pengembangan kurikulum, pertukaran akademik, maupun pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi syariah.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat respons positif dari para peserta. Melalui penyelenggaraan seminar internasional ini, Universitas Pendidikan Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan syariah yang berorientasi pada pembangunan inklusif dan berkelanjutan.