Seminar Legislatif DPM HMPE 2025: Menumbuhkan Jiwa Legislator Muda yang Aspiratif dan Solutif
Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia melalui Departemen Perwakilan Mahasiswa (DPM) HMPE kembali menggelar kegiatan inspiratif bertajuk Seminar Legislatif (NARATIF) DPM HMPE 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan tentang dunia legislatif sekaligus menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kemampuan berpikir kritis sebagai calon legislator muda yang berkualitas.
Kegiatan ini merupakan inisiatif terhadap implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 4 Pendidikan Berkualitas dengan terget semua peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan, termasuk antara lain, melalui pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Kegiatan juga mendukung SDGs goal 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan menggalakkan kebijakan pembangunan yang mendukung kegiatan produktif, penciptaan lapangan kerja layak, kewirausahaan, kreativitas dan inovasi, dan mendorong formalisasi dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk melalui akses terhadap jasa keuangan. Kegiatan ini dirancang untuk membekali dengan kompetensi praktis yang dibutuhkan dunia kerja global, sekaligus memperkuat kesiapan mereka memasuki pasar tenaga kerja yang kompetitif.
Acara
yang berlangsung pada 18 September 2025 ini menghadirkan dua narasumber yang
berpengalaman di bidangnya, yaitu Dr. H. Dodi Sukmayana, S.E., M.M., selaku
Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Barat, dan Ahmad Maolana, Ketua Badan Legislasi
DPM HMPE periode 2022/2023. Kegiatan dimulai pukul 09.27 WIB, diawali dengan
pembacaan CV moderator oleh MC, kemudian dilanjutkan oleh Listya Darmalisyah
selaku moderator yang memperkenalkan para narasumber kepada seluruh peserta.
Dalam
suasana yang penuh antusiasme, para peserta diajak untuk mendalami isu penting
bertema “Penghasilan Guru di Atas Kebutuhan Minimum dan Jaminan
Kesejahteraan Sosial.” Topik ini dibagi menjadi dua subbahasan menarik,
yakni “Guru dan Pendidikan: Investasi Bangsa” serta “Lantas, Apakah Guru Terus
Berjuang Sendirian?” Melalui pemaparan materi, forum group discussion, dan sesi
diskusi panel, peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga turut
berpartisipasi aktif dalam menyampaikan pandangan serta gagasan mereka terhadap
isu yang diangkat.
Diskusi
berjalan dinamis. Setiap pendapat yang disampaikan memperkaya sudut pandang
tentang bagaimana mahasiswa sebagai calon pemimpin dapat berkontribusi dalam
memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia. Suasana
intelektual terasa kental ketika para peserta mengaitkan teori, realitas
sosial, dan solusi yang aplikatif dalam merespons permasalahan yang ada.
Melalui kegiatan ini, DPM HMPE ingin menegaskan komitmennya untuk menumbuhkan jiwa aspiratif, solutif, inovatif, dan kreatif di kalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama—tempat bertemunya ide, nilai perjuangan, dan semangat perubahan.
Dengan terselenggaranya Seminar Legislatif DPM HMPE 2025, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami struktur dan fungsi lembaga legislatif, tetapi juga mampu meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang berpihak pada aspirasi rakyat. Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi langkah kecil namun berarti dalam membentuk generasi muda yang siap menjadi legislator masa depan yang berintegritas dan berjiwa pengabdian (kontributor FPEB/Pendidikan Ekonomi/wanda)